January 19, 2017

5 Hacker Paling Berpengaruh di Dunia

5 Hacker Paling Berpengaruh di Dunia

Sosok seorang Hacker yang kita kenal selama ini sering kita temui disekitar kita, tanpa kita sadari. Dari seorang  agen mata-mata Hebat yang dilengkapi peralatan serba Hi-Tech seperti Agen rahasia, Ethan Hunt (Tom Cruise) di film Mission Impossible dengan aksinya meluncur turun dari langit-langit ruangan guna meretas (Hacking) sistem keamanan komputer milik CIA dan mencuri “Daftar NOC”, hingga sosok seorang remaja Culun yang sekedar iseng mencari hiburan dan kesenangan semata.

Ethan Hunt (Tom Cruise), sedang membobol system keamanan computer CIA.
Pada Umumnya, para Hacker adalah orang-orang yang memiliki peran fungsi yang berbeda tergantung dari individu masing-masing. Kadang mereka adalah sekelompok pemuda yang bisa menimbulkan kerugian Negara hingga jutaan dollar akibat kerusakan sistem yang mereka buat, juga bisa jadi mereka adalah orang-orang yang mendapat penghargaan atas jasanya mengembangkan sistem jaringan internet dan mungkin saja mereka adalah seorang pendiri dari perusahaan teknologi ternama. Kali ini, akan dibuktikan mengenai teori yang menyatakan kalau kebenaran lebih baik daripada cerita fiksi belaka dengan membahas sepuluh hacker paling terkenal, dan baik buruknya kisah mereka?, kalian sendiri yang bisa menilainya.

5 Hacker Paling Berpengaruh di Dunia

1. Astra

Belum ada yang mengetahui nama asli hacker berbahaya ini, namun polisi di Yunani mengungkapkan bahwa Astra adalah seorang ahli matematika berusia 58 tahun yang merupakan penduduk Athena. Astra mulai melakukan cyber crime sejak tahun 2002 dan terparah di tahun 2005 karena Ia menyusup ke sistem perusahaan militer Perancis bernama Dassault. Ia mencuri informasi tentang beberapa senjata, pesawat terbang, dan teknologi lainnya lalu menjual ke pihak lain.

2. Adrian Lamo

Lamo menjadi terkenal dalam aksinya membobol sistem perusahaan ternama seperti The New York Times dan Microsoft. Dengan nama samaran “Homeless Hacker”, dia menggunakan jaringan internet yang ada di Kinko, Coffee Shop dan perpustakaan untuk melakukan aksinya. Dalam sebuah artikel profil menyebutkan, “meng-hack di siang hari, sembunyi di malam hari”.  Lamo menambahkan kalau dia mempunyai laptop di Pittsburgh, sedang baju ganti di Washington DC. Sebagai upaya untuk membuat alibi terhadap aksinya.

Aksi Lamo kebanyakan berupa ujicoba dalam hal menembus sebuah sistem keamanan. Saat dia menemukan adanya cacat disistem keamanan, dia lalu mengacak jaringan tersebut dan memberitahu pada perusahaan tentang kelemahan mereka. Korban dari aksi Lamo, termasuk perusahaan Yahoo!, Bank of America, Citigroup dan Cingular. Saat kelompok hacker White Hat disewa oleh perusahaan untuk melakukan ujicoba membobol sistem, hal itu legal. Namun yang dilakukan Lamo, sebaliknya.
Ketika dia membobol kedalam jaringan The New York Times, Lamo lalu menambahkan dirinya kedalam daftar para tenaga ahli dan mengetahui informasi pribadi para kontributor, termasuk nomor Social Security mereka. Lamo juga meretas masuk kejaringan akun The Times Lexis Nexis untuk mencari rahasia-rahasia penting perusahaan.

Untuk aksinya di New York Times, Lamo diharuskan membayar sedikitnya 65.000 US Dollar sebagai denda. Dia juga dituntut enam bulan tahanan rumah dan dua tahun wajib lapor hingga 16 Januari 2007. Saat ini Lamo bekerja sebagai Jurnalis dan sempat memenangkan penghargaan serta sering tampil sebagai pembicara di beberapa seminar.

3. Albert Gonzales

Sepertinya hacker berbahaya yang satu ini mendapatkan banyak kekayaan dari kemampuannya. Albert bertanggung jawab atas pencurian kartu kredit dan nomor ATM terbesar di tahun 2005 hingga 2007. Jika ditotalkan, Albert berhasil menyebabkan kerugian sekitar 2.5 triliun rupiah dengan mencuri lebih dari 170 juta rincian kartu kredit.

4. Kevin Mitnick

Memperkenalkan dirinya sebagai “Hacker poster boy”, Mitnick terlibat dalam pengejaran tingkat tinggi yang dilakukan oleh pihak berwenang. Meski aksinya terlalu dibesar-besarkan oleh media, namun pelanggaran yang dilakukannya mungkin agak kurang dikenal luas. Departemen pengadilan menyebut Mitnick sebagai “Penjahat komputer paling dicari sepanjang sejarah Amerika Serikat”. Aksinya dapat dilihat dalam dua film: Freedom Downtime dan Takedown.

Mitnick Cuma memiliki sedikit pengalaman meretas jaringan komputer sebelum memutuskan melakukan aksi kejahatannya yang membuatnya terkenal. Dia memulai aksi pertamanya dengan mengacaukan sistem kartu penumpang Bus di Los Angeles untuk mendapatkan karcis gratis. Berikutnya, seperti yang dilakukan oleh Co-founder Apple, Steve Wozniak, yaitu membobol jaringan telepon. Meskipun sudah melakukan banyak pelanggaran, Mitnick akhirnya Cuma dijatuhi hukuman dengan tuduhan merusak jaringan komputer di perusahaan Digital Equipment sekaligus mencuri program disana.

Kenakalan Mitnick menjadi serius ketika dia melakukan aksi “Hacker” sambil berpindah-pindah tempat selama dua setengah tahun. Artikel CNN yang menyebutkan “Legenda Hacker komputer dibebaskan dari hukuman penjara”, juga menjelaskan kalau selain membajak sistem komputer, Mitnick juga mencuri data rahasia perusahaan, mengacak jaringan telepon dan membobol sistem peringatan pertahanan Negara. Kemudian juga, Mitnick mencoba membobol jaringan  komputer dikediaman milik seorang ahli komputer yang juga sahabat dari hacker Tsutomu Shimomura yang akhirnya membuat aksinya gagal dan dia ditangkap.

Saat ini, Mitnick telah meninggalkan masa lalunya sebagai ‘Black Hat Hacker’ dan menjadi anggota dalam organisasi kemasyarakatan. Dia kemudian bekerja selama lima tahun, dan selama 8 bulan berada dalam pengawasan ketat pemerintah. Sekarang ini selain menjadi konsultan keamanan jaringan komputer, Mitnick juga berprofesi sebagai penulis dan pembicara.

4. Owen Walker

Lebih dikenal dengan sebutan AKILL, adalah hacker berbahaya yang terampil melancarkan serangan terhadap sejumlah situs web dan sistem komputer selama beberapa tahun ini. AKILL bertanggung jawab atas penciptaan virus Akbot yang memungkinkan untuk mengambil kendali dari jutaan komputer di seluruh dunia dan mulai menggunakannya untuk menyerang terhadap sasaran tertentu. Prediksi kerugian oleh AKILL sebesar 346 miliar rupiah.

5. Tsutomu Shimomura

Shimomura menjadi terkenal dengan cara yang sangat disayangkan: saat dia tengah di hack oleh Kevin Mitnick. Dikarenakan serangan hacker tersebut yang kemudian menjadi alasan Shimomura untuk membantu FBI menangkap Mitnick.

Tugas Shimomura dalam menangkap Mitnick adalah tindakan terpuji, akan tetapi itu jika kita tidak mengetahui kemampuannya. Pengarang Bruce Sterling pernah menyebutkan: “Saat itu Shimomura sedang mengeluarkan isi mesin dari ponsel AT&T, lalu mengutak-atiknya, dan mulai menyadap seluruh panggilan masuk dan keluar yang diterima oleh Capitol Hill, padahal saat itu dia sedang bersama agen FBI yang berdiri disebelahnya sambil mendengarkannya”.

Shimomura kemudian meng-hack balik Mitnick untuk menangkapnya. Segera setelah mencari tahu gangguan yang terjadi, Shimomura lalu mengumpulkan sebuah Team yang langsung bekerja untuk menemukan Mitnick. Dengan menggunakan sinyal ponsel Mitnick, mereka melacak keberadaannya dekat bandara Internasional Raleigh-Durham. Koran setempat menyebutkan, “Ahli komputer SDSC membantu FBI menangkap teroris komputer” menceritakan bagaimana Shimomura menemukan lokasi Mitnick. Dibantu oleh seorang teknisi dari perusahaan telepon, Shimomura menggunakan antenna pencari arah sinyal yang disambungkan ke laptop guna mempersempit area pencarian yang mengarah ke sebuah kompleks apartemen. Mitnick akhirnya berhasil ditemukan dan ditangkap. Berdasarkan aksi pengejarannya tersebut, Shimomura kemudian menulis sebuah buku tentang kejadian tersebut bersama dengan jurnalis, John Markoff, yang kemudian diangkat ke layar lebar.

Nah, itulah 10 hacker yang paling terkenal sepanjang sejarah, terlepas dari apakah mereka termasuk White hacker ataukah Black Hacker, dari kisah mereka kita bisa mendapatkan gambaran bagaimanakah sosok seorang hacker yang sebenarnya.

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon